ternyata tidak mudah menyenangkan semua orang ...
ternyata gak akan pernah bisa memuaskan semua orang
bila kita mendapatkan kesan bahwa orang lain tidak suka kita
tidak suka dengan cara kita, tidak suka dengan sikap kita
tidak suka dengan keputusan kita
ya gak apa2, itu sebuah resiko dalam berinteraksi dengan orang lain
justru dari situ sebuah kedewasan komunikasi dapat dinilai
apakah kita sudah cukup dewasa,
atau masih tetap mudah tersinggung
tidak perlu mengetahui penyebab
penyebab ketidak puasan, ketidak sukaan terhadap kita
karena itu hanya akan membuat persoalan baru lagi
kita terima adanya sebagai sebuah Fitrah Tentang Perbedaan ....
kesan yang salah terhadap kita pun bukan lah hal yang perlu di takuti ...
karena kesalahan persepsi, kesan terutama yang negatip justru akan melengkapi
wawasan kita, kesabaran kita, keikhlasan kita ...
dalam menghadapi tantangan ke depan ...
Berdamai dengan keadaan ....
Kamis, 28 Oktober 2010
Senin, 25 Oktober 2010
catatan 3
mengelola karyawan ternyata tidak mudah ...
ternyata fasilitas, paket remunerasi, perlakukan
kadang tidak tumbuh simetris dengan produktifitas
fasilitas yang nyaman, membuat karyawan senang dan enjoy
tapi meningkatkan produktifitas, ternyata belum tentu juga
senang dan enjoy bisa digunakan utk hal2 yang tidak berhubungan dengan produktifitas
chatting, tweeting, facebooking ... dan ing-ing yang lain ternyata lebih dominan
paket remunerasi yang menarik .. ?
mungkin saat awal2 menjadi pemicu produktifitas
tapi lama kelamaan, kreatifitas, makin meningkatnya mutu kehidupan karyawan
bisa menurunkan produktifitas secara tidak langsung
karyawan makin kreatifitas membelanjakan uang bulananya utk hal2 yang bersifat sekunder
dengan meningkatnya taraf hidup,
tadinya pada awal kenaikan di anggap sebagai nafas cadangan
di sela2 kehidupan bulanan
maka lama2, seiring dengan meningkatnya pengeluaran
kenaikan paket tadi akan dinilai biasa-biasa saja
akhirnya .. ya gitu, di kantor, males2an lagi ....
demikian lah siklus kehidupan teruss berputar ....
menaikkan produktifitas jadi hal yang sangat mahal ....
perlakuan ....
penerapan demokrasi belum tentu bikin karyawan maju ....
bukan berarti smua karyawan tidak mau demokrasi ...
tapi bagi sebagian orang,
demokrasi dimanfaatkan betul untuk berargumen
mengulur-ulur waktu bahwa tugas2 yang tidak selesai masih dapat di negosiasikan
sedangkan apabila kita menggunakan logika terbalik
... selama gaji segini orang masih mau kerja, ngapain dinaikkan
... kesalahan sekecil apapun tidak bisa didiamkan saja...
... harus terus di awasi, kita gak boleh lengah sedikitpun ...
apa seperti ini yang akan kita terapkan ....
Dulu sudah kenyang mengalami hal2 seperti itu
Mosok sekarang apda saat kita berada di posisi yang strategis
masih tega melihat orang lain mengalami hal yang dengan kita ....
Bedanya apa kita dengan orang lain
dimana letak bahwa Manusia itu Rachmatan Lil Alamin ....
Alam bukan hanya tumbuhan, binatang, tanah dan air dan sebagainya
tetapi termasuk manusianya juga ...
Dimana letak Kita Membawa Keberkahan Bagi Orang lain ....
Tidak mudah, tetapi tidak mustahil juga ....
Upahlah sebelum keringat kering ...
Rubahlah derita, letih, lelah, jadi senyuman
akhirnya ... Semoga Alloh Ridho' ....
ternyata fasilitas, paket remunerasi, perlakukan
kadang tidak tumbuh simetris dengan produktifitas
fasilitas yang nyaman, membuat karyawan senang dan enjoy
tapi meningkatkan produktifitas, ternyata belum tentu juga
senang dan enjoy bisa digunakan utk hal2 yang tidak berhubungan dengan produktifitas
chatting, tweeting, facebooking ... dan ing-ing yang lain ternyata lebih dominan
paket remunerasi yang menarik .. ?
mungkin saat awal2 menjadi pemicu produktifitas
tapi lama kelamaan, kreatifitas, makin meningkatnya mutu kehidupan karyawan
bisa menurunkan produktifitas secara tidak langsung
karyawan makin kreatifitas membelanjakan uang bulananya utk hal2 yang bersifat sekunder
dengan meningkatnya taraf hidup,
tadinya pada awal kenaikan di anggap sebagai nafas cadangan
di sela2 kehidupan bulanan
maka lama2, seiring dengan meningkatnya pengeluaran
kenaikan paket tadi akan dinilai biasa-biasa saja
akhirnya .. ya gitu, di kantor, males2an lagi ....
demikian lah siklus kehidupan teruss berputar ....
menaikkan produktifitas jadi hal yang sangat mahal ....
perlakuan ....
penerapan demokrasi belum tentu bikin karyawan maju ....
bukan berarti smua karyawan tidak mau demokrasi ...
tapi bagi sebagian orang,
demokrasi dimanfaatkan betul untuk berargumen
mengulur-ulur waktu bahwa tugas2 yang tidak selesai masih dapat di negosiasikan
sedangkan apabila kita menggunakan logika terbalik
... selama gaji segini orang masih mau kerja, ngapain dinaikkan
... kesalahan sekecil apapun tidak bisa didiamkan saja...
... harus terus di awasi, kita gak boleh lengah sedikitpun ...
apa seperti ini yang akan kita terapkan ....
Dulu sudah kenyang mengalami hal2 seperti itu
Mosok sekarang apda saat kita berada di posisi yang strategis
masih tega melihat orang lain mengalami hal yang dengan kita ....
Bedanya apa kita dengan orang lain
dimana letak bahwa Manusia itu Rachmatan Lil Alamin ....
Alam bukan hanya tumbuhan, binatang, tanah dan air dan sebagainya
tetapi termasuk manusianya juga ...
Dimana letak Kita Membawa Keberkahan Bagi Orang lain ....
Tidak mudah, tetapi tidak mustahil juga ....
Upahlah sebelum keringat kering ...
Rubahlah derita, letih, lelah, jadi senyuman
akhirnya ... Semoga Alloh Ridho' ....
catatan 2
menjaga komitmen itu identik dengan istiqomah
utk shalat saja membutuhakn komitmen
komitmen shalat, istiqomah namanya
komitmen juga tanpa pamrih
kalau komitmen dengan pamrih, betapa sibuknya kita menghitung-hitung pahala
labih banyak waktu yg terbuang utk menghitung pahala daripada
ibadah shalat itu sendiri
demikian juga dengan komitmen pada manusia
tanpa pamrih
komitmen berupa kesabaran, berupa doa, berupa nasehat, berupa kasih sayang
di terima yang monggo, di buang yo monggo
di anggep biasa yo monggo, di curigai yo monggo
biar waktu nanti yang akan membuktikan
sakit, tidak puas, jenuh, merasa di sepelin, lelah ...
itu sebuah harga yang harus di bayar karena komitmen ...
obatnya ya ikhlas ....
kalau sudah komitmen ya gak ada lain selain ikhlas melaksanakannya
apalagi komitmen berupa kebaikan ....
ya harus ikhlas ...
akhirnya ... begini
Hanya kepada Allohlah aku kembalikan segalanya
semoga hamba termasuk hambaMu yang ikhlas ...
kedudukan di sisiMu, tentu akan lebih mulia ya Alloh
daripada kedudukan di sisi manusia ...
...
Tidak mudah, tapi pantas di perjuangkan ... semata-mata RIdho' Alloh ...
utk shalat saja membutuhakn komitmen
komitmen shalat, istiqomah namanya
komitmen juga tanpa pamrih
kalau komitmen dengan pamrih, betapa sibuknya kita menghitung-hitung pahala
labih banyak waktu yg terbuang utk menghitung pahala daripada
ibadah shalat itu sendiri
demikian juga dengan komitmen pada manusia
tanpa pamrih
komitmen berupa kesabaran, berupa doa, berupa nasehat, berupa kasih sayang
di terima yang monggo, di buang yo monggo
di anggep biasa yo monggo, di curigai yo monggo
biar waktu nanti yang akan membuktikan
sakit, tidak puas, jenuh, merasa di sepelin, lelah ...
itu sebuah harga yang harus di bayar karena komitmen ...
obatnya ya ikhlas ....
kalau sudah komitmen ya gak ada lain selain ikhlas melaksanakannya
apalagi komitmen berupa kebaikan ....
ya harus ikhlas ...
akhirnya ... begini
Hanya kepada Allohlah aku kembalikan segalanya
semoga hamba termasuk hambaMu yang ikhlas ...
kedudukan di sisiMu, tentu akan lebih mulia ya Alloh
daripada kedudukan di sisi manusia ...
...
Tidak mudah, tapi pantas di perjuangkan ... semata-mata RIdho' Alloh ...
catatan 1
ternyata berbuat baik itu tidak mudah
kita gak bisa membuat orang lain menerima apa yang kita sampaikan
baik itu sebuah pernyataan maupun sebuah pertanyaan
walau itu sebuah kebaikan
kebaikan itu tidak bisa di paksa
terutama utk orang lain
utk istri, anak sendiri saja kadang belum tentu berhasil
apalagi untuk orang lain
pertanyaan bagi kita tidak mempunyai arti negatif
tetapi bagi orang lain bisa juga menganggap pertanyaan tersebut dapat berarti negatif
dan itu tidak bisa dipaksakan
kita gak bisa membuat orang lain menerima apa yang kita sampaikan
baik itu sebuah pernyataan maupun sebuah pertanyaan
walau itu sebuah kebaikan
kebaikan itu tidak bisa di paksa
terutama utk orang lain
utk istri, anak sendiri saja kadang belum tentu berhasil
apalagi untuk orang lain
pertanyaan bagi kita tidak mempunyai arti negatif
tetapi bagi orang lain bisa juga menganggap pertanyaan tersebut dapat berarti negatif
dan itu tidak bisa dipaksakan
Senin, 19 April 2010
refleksi
... masih ada aja pembahasan tentang peran laki2, peran wanita ...
siapa yang lebih kuat lelaki atau wanita ...
yang yang lebih berperan ... lelaki atau wanita .....
selalu saja ada perdebatan ...
debat antar gender ... katanya ...
debat antar profesi ... antar apalah ...
perbandingan itu akan selalu ada ...tak tau lah ...
tapi yang aku imani adalah bahwa lelaki adalah
makhluk Allah yang diciptakan terdahulu ....
wanita adalah makhluk Alloh yang diciptakan kemudian ...
dan wanita diciptakan dari tulang rusuk lelaki ...
bahwa seorang ibu, yang wanita ...
tidak akan pernah bisa di saingi kedudukannya
oleh seorang ayah, .... yang lelaki ....
atas jerih upayanya mengandung, membesarkan,
dan mendidik seorang anak ...
tetapi ...
seorang wanita tidak pula akan mendapatkan
panjatan doa2 syurga dari seorang anak yang sholeh ...
bila dia tidak pernah menikah dengan seorang lelaki ....
dan bukan hanya itu saja ...
kedudukan seorang istri , yang wanita , di mata Alloh ...
bisa ditentukan oleh ke ikhlasan seorang suami ..
yang lelaki ....
ternyata lelaki - wanita ... adalah pasangan ...
satu sisi lebih kuat, di sisi lain lebih lemah ...
semua saling melengkapi ...
saling membutuhkan ...
walau masih banyak ...
orang yang menilai kedudukan orang lain dari penampilan,
dari kekuatan fisik, dari kepintaran, dari kekayaan ...
banyak sekali...
Bukan dari ke-imanan ...
Bukan dari kelembutan ...
Bukan dari tutur kata ...
Bukan dari budi pekerti ...
sekedar refleksi diri ...
terima kasih istriku...
kau satu2nya wanita yang melihatku tidak dalam bentuk wujudku ...
dan itu amanah bagiku ...
semoga Alloh selalu ridho kepadamu istriku ...
siapa yang lebih kuat lelaki atau wanita ...
yang yang lebih berperan ... lelaki atau wanita .....
selalu saja ada perdebatan ...
debat antar gender ... katanya ...
debat antar profesi ... antar apalah ...
perbandingan itu akan selalu ada ...tak tau lah ...
tapi yang aku imani adalah bahwa lelaki adalah
makhluk Allah yang diciptakan terdahulu ....
wanita adalah makhluk Alloh yang diciptakan kemudian ...
dan wanita diciptakan dari tulang rusuk lelaki ...
bahwa seorang ibu, yang wanita ...
tidak akan pernah bisa di saingi kedudukannya
oleh seorang ayah, .... yang lelaki ....
atas jerih upayanya mengandung, membesarkan,
dan mendidik seorang anak ...
tetapi ...
seorang wanita tidak pula akan mendapatkan
panjatan doa2 syurga dari seorang anak yang sholeh ...
bila dia tidak pernah menikah dengan seorang lelaki ....
dan bukan hanya itu saja ...
kedudukan seorang istri , yang wanita , di mata Alloh ...
bisa ditentukan oleh ke ikhlasan seorang suami ..
yang lelaki ....
ternyata lelaki - wanita ... adalah pasangan ...
satu sisi lebih kuat, di sisi lain lebih lemah ...
semua saling melengkapi ...
saling membutuhkan ...
walau masih banyak ...
orang yang menilai kedudukan orang lain dari penampilan,
dari kekuatan fisik, dari kepintaran, dari kekayaan ...
banyak sekali...
Bukan dari ke-imanan ...
Bukan dari kelembutan ...
Bukan dari tutur kata ...
Bukan dari budi pekerti ...
sekedar refleksi diri ...
terima kasih istriku...
kau satu2nya wanita yang melihatku tidak dalam bentuk wujudku ...
dan itu amanah bagiku ...
semoga Alloh selalu ridho kepadamu istriku ...
Jumat, 02 April 2010
Ngikut-ngikutan .....
"Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggung jawabnya". Qs AlIsra 17:36
dan apabila terjadi perselisihan apabila terjadi sesuatu, akibat tidak mau ikut-ikutan tanpa dasar yg kuat ....
" ........ kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah kepada Alloh (Al Quran) dan Rasul (Sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Alloh dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya." Qs An-Nisa 4:59
dan apabila terjadi perselisihan apabila terjadi sesuatu, akibat tidak mau ikut-ikutan tanpa dasar yg kuat ....
" ........ kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah kepada Alloh (Al Quran) dan Rasul (Sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Alloh dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya." Qs An-Nisa 4:59
Syair
ada seorang penyair yang mengungkapkan makna yang pas ... bahwasanya Alloh itu mempunyai sifat Ar-Raqib .. Maha Mengawasi...
Jika kamu sedang sendirian, maka kamu jangan berkata :
"Aku sendirian", akan tetapi katakanlah "Ada Alloh yang mengawasiku"
Dan janganlah sekali-kali kamu menyangka bahwa Alloh akan lalai sesa'at pun
Dan jangan mengira sesuatu yang tersembunyi itu akan luput dari pengawasan Alloh ....
Jika kamu sedang sendirian, maka kamu jangan berkata :
"Aku sendirian", akan tetapi katakanlah "Ada Alloh yang mengawasiku"
Dan janganlah sekali-kali kamu menyangka bahwa Alloh akan lalai sesa'at pun
Dan jangan mengira sesuatu yang tersembunyi itu akan luput dari pengawasan Alloh ....
Langganan:
Postingan (Atom)